Saturday, October 10, 2015

Formosa, ajari aku hapus air mata

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Sudah berkisar satu setengah tahun semenjak aku pertama kali menginjakan kaki ku di negara ini, negara indah yang terkenal dengan sebutan formosa. Sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah tenggara china. Sebuah komunitas yang "konon" terkenal akan kebaikan dan kehangatannya.Tempat dimana kita, para pejuang-pejuang mimpi menetapkannya sebagai titik awal dan mulai beranjak mengejar mimpi-mimpi kita. Namun, sebagaimana pun gue berusaha, seberusaha apapun gue untuk mentolerir, membohongi diriku dengan segala cara agar tetap kuat, mengalah akan segala hal, sesulit"nya gue mencoba untuk tidak egois, segigih apapun gue berusaha untuk mencari, mencari, dan mencari, Gue, masih tidak dapat menemukan alasan untuk mencintai negara ini. Rasanya sulit bagiku untuk menyukai negara ini, bukan karena alasan negara ini tidak cukup indah maupun tidak cukup megah. Jujur, bagiku negara ini sudah memenuhi ekspektasi ku untuk dikatakan indah. Tetapi, tak tahu mengapa, aku merasa hampa ketika berada disini, ribuan orang berlalu lalang, suara keramaian menghidupi kota, cahaya cahaya indah yang berasal dari ribuan gedung" yang berjejer memenuhi seisi kota, tak cukup bagiku untuk mengisi kekosongan diri. Rasanya, diriku sudah terkunci rapat" untuk menerimanya. Memang, banyak perubahan berarti yang telah terjadi pada diri ku selama setahun ini. Aku belajar untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan mandiri. Aku mengenal bagaimana rasanya tersakiti. merasakan bagaimana perasaan ketika telah di angkat tinggi tinggi, kemudian dijatuhkan. Aku belajar untuk lebih terbuka, memiliki pandangan yang lebih lebar, dan mengerti antara yang baik dan buruk. Memang semua itu tidak gratis, ada harga harus dibayar akan smua ini. Jadi Formosa, dari ku yang sudah belajar banyak dari dirimu, aku berterima kasih padamu akan semua pengalaman berharga ini. walaupun memang menyakitkan, tapi aku berhasil belajar banyak hal akan kehidupan. 


"Hidup itu memang penuh perjuangan, dan perjuangan itu butuh pengorbanan, dimana dalam pengorbanan itu dibutuhkan ketabahan"

GOOD LUCK :D


------------------------------------------------10/10/2015(1:07AM)------------------------------------------------

No comments:

Post a Comment