Huaaaaa~~ tak terasa liburan telah berakhir hikss.. Tanpa sadar kusesali bahwa 28 hari tidaklah cukup bagi saya untuk berada dimedan. Rasanya, kemaren baru saja saya bersama temen temen saya menelusuri kelak kelok kota taipei demi mencari oleh oleh yang tepat buat di bawa pulang, dan sekarang saya sudah berada di atas ranjang saya yang tipis, keras, dan dingin. Ranjang yang tinggalkan selama hampir satu bulan.. Huaaa~ baru saja hari pertama sampai, tidak, bahkan sesaat setelah saya menginjakkan kaki saya di bandara taipei, saya sudah merasa sangat ingin pulang. Tidak hanya saya, bahkan semua teman saya juga merasakan hal yang sama. Bagi kita, ke taiwan merupakan suatu neraka yang mengerikan, putting the education aside, dimana kita harus berdiri sendiri di negara asing, ditengah tengah kerumunan orang orang yang berceloteh dalam bahasa yang kerap susah di mengerti, orang orang yang lebih mementingkan diri mereka sendiri. Yah mungkin saja bagi sebagian orang merasa bahwa dapat bersekolah di luar negri merupakan hal yang sangat luar biasa, sangat beruntung dapat menuntut ilmu di negara orang. Yaa saya awalnya juga merasa seperti itu. Sejak saya duduk di bangku sma, saya selalu merasa betapa beruntungnya senior senior saya sepupu sepupu saya yang dapat bersekolah diluar negri. Seperti di jepang, USA, Australia, UK dll. Pastilah mereka sangat beruntung dan bahagia. Tetapi, setelah saya mengalami hal tersebut sendiri, saya mulai berpikir kembali, betapa beruntungnya mereka yang dapat menuntut ilmu mereka di dekat naungan keluarga mereka, kehangatan" yang menyelimuti mereka bukan lah melainkan kedinginan dan kekosongan yang selalu menghampiri saya disini. Yaa memang saya egois. Manusia memang tidak akan puas dengan apa yang mereka miliki. Maybe saya hanya belum terbiasa dengan segala pernak pernik kehidupan di taiwan. Dimana saya harus terbiasa untuk melakukan seglaa sesuatu tanpa bantuan orang lain, dimana temen temen kurang bergaul karena faktor bahasa, ditambah lagi ketika perasaan rindu akan keluarga yang sedang pada puncaknya. ANd this what i feel now, it is just like a dream. Kemaren saya masih berada di rumah saya, bermain main dengan dua keponakan saya yang lucu luar biasa, makan bersama keluarga, ngobrol ngobrrol dengan asiknya dengan mereka t.t hikss.. Dan sekarang, saya hanya bisa memanggil kembali ingatan tersebut dan bernostalgia dengannya. Besok adalah awal permulaan kehidupan hellish, dan saya harus menjalani nya dengan kuat selama satu tahun baru dapat kembali lagi kemedan. Yeah it is not a short amount of time. But i hope that i could pass these days smoothly, happily, and bravely.
No comments:
Post a Comment